
Dalam beberapa tahun terakhir, industri makanan dan minuman menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan, terlebih dengan hadirnya transformasi digital yang kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Salah satu franchise kuliner nasional yang mampu bertahan dan terus berkembang adalah Ayam Keprabon.
Renny Rantika, selaku CEO & Co-Founder Ayam Keprabon Express, menceritakan bahwa bisnis ini dirintis bersama sang suami sekitar enam tahun lalu di kota Solo, dimulai dengan hanya empat karyawan. Seiring waktu, usaha tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang positif hingga hari ini.
Awal Mula Ayam Keprabon Express Dari UMKM Sederhana
Kisah sukses UMKM Ayam Keprabon Express bermula dari sebuah usaha mikro sederhana di Kota Solo, yang didirikan oleh pasangan suami istri Renny Rantika dan suaminya sekitar tahun 2015–2016. Nama “Keprabon” diambil dari lokasi gerai pertama mereka, yaitu di Jl. Teuku Umar, Keprabon, Solo. Gerai ini kecil, hanya berupa warung makan biasa yang menjual ayam geprek dengan porsi besar dan harga terjangkau Sebelum sukses dengan usaha ini, Renny dan suaminya pernah gagal dalam berbagai usaha dari berjualan kerupuk, membuka toko retail, hingga menjadi agen asuransi. Namun semangat mereka untuk terus mencoba tidak pernah padam. Mereka mengandalkan konsep makanan “ayam geprek jumbo dengan sambal khas” yang menggoda selera. Karena porsinya yang besar dan rasanya yang khas, usaha ini cepat mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar. Dalam satu tahun pertama, mereka tidak langsung membuka cabang. Fokus utama mereka adalah memantapkan sistem operasional, membuat standar rasa, dan membangun dapur pusat (central kitchen) agar kualitas makanan tetap konsisten di masa depan.
Strategi Bisnis yang Membawa Keprabon Tumbuh Cepat
1. Membangun Fondasi yang Kuat Sebelum Ekspansi
Sebelum bisnis kemitraan makanan banyak cabang, Keprabon fokus pada sistem internal: SOP, standar rasa, dan distribusi. Mendirikan central kitchen untuk memastikan setiap cabang menyajikan rasa dan kualitas yang sama.
2. Fokus Produk yang Tajam
Mereka tidak mendiversifikasi produk secara berlebihan. Fokus utama tetap pada ayam geprek jumbo. Namun, tetap ada inovasi dalam penyajian, misalnya kreasi unik seperti “Sushi Geprek” yang viral di media sosial.
3. Kolaborasi Strategis
Aktif menjalin kerja sama dengan platform digital seperti ShopeePay, GoFood, GrabFood, dll. Ikut serta dalam program promo tanggal cantik seperti 6.6, 12.12, yang mampu meningkatkan penjualan hingga 50% dalam satu hari.
4. Memanfaatkan Digital Marketing
Keprabon gencar memanfaatkan media sosial dan promosi digital untuk membangun brand awareness. Mereka tidak ragu beriklan, membuat konten viral, dan menjangkau pelanggan milenial.
5. Manajemen SDM yang Mengedepankan Kemanusiaan
Karyawan dianggap sebagai bagian dari keluarga: ada perayaan ulang tahun, apresiasi, bahkan liburan bersama. Budaya kerja ini menciptakan loyalitas tinggi, yang mendukung pertumbuhan perusahaan.
6. Belajar dari Kegagalan
Pendiri Keprabon sudah mengalami lebih dari 10 kali kegagalan usaha sebelumnya. Mereka belajar dari pengalaman dan memperbaiki setiap langkah.
7. Franchise dengan Sistem Siap Pakai
Sistem franchise mereka dibuat “Ready to Business”: lengkap dengan dapur, peralatan, pelatihan, dan kasir digital. Investasi awal franchise disesuaikan dengan target pasar menengah dan pelaku UMKM. Dengan kombinasi antara pondasi bisnis yang kuat, inovasi kreatif, dan pemanfaatan digital secara maksimal, Keprabon berhasil menembus pasar nasional tanpa kehilangan kualitas dan karakter lokalnya
Sistem Kemitraan Ayam Keprabon Kunci Perluasan Nasional
Ayam Keprabon Express berhasil tumbuh dari UMKM lokal menjadi jaringan franchise nasional dengan lebih dari 60 gerai di berbagai kota. Kunci dari pertumbuhan ini terletak pada sistem kemitraan yang terstruktur, profesional, dan siap jalan. Sekarang, Ayam keprabon menjadi salah satu peluang usaha kuliner 2025.Berikut, cara menjadi mitra Keprabon:
1. Sistem “Ready to Business”
Franchise ayam pedas keprabon menawarkan konsep kemitraan paket siap operasional:
- Mitra tinggal buka, karena semua sudah disiapkan: mulai dari branding, alat, SOP, bahan baku, hingga sistem kasir.
- Tersedia central kitchen untuk suplai bahan baku, menjaga konsistensi rasa.
2. Biaya Kemitraan yang Jelas & Kompetitif
Investasi awal:
- sekitar Rp 375 juta untuk 5 tahun hak merek.
- Deposit bahan baku: Rp25 juta (refundable).
- Sudah termasuk peralatan dapur, pelatihan SDM, promosi awal, dan sistem manajemen.
3. Proyeksi Bisnis Menarik
Target penjualan:
- ±Rp150 juta per bulan.
- Laba bersih: sekitar Rp22 juta – Rp30 juta/bulan tergantung lokasi dan performa.
4. Dukungan Operasional dari Pusat
- Pelatihan SDM, marketing support, dan pengawasan rutin dilakukan langsung oleh tim pusat.
- Sistem digital seperti kasir & inventory sudah terintegrasi.
- Tim pusat juga memberi pendampingan saat grand opening dan evaluasi rutin.
5. Ekspansi Wilayah Nasional
Dengan sistem ini, Ayam Keprabon berhasil hadir di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar. Sistem kemitraan membuat ekspansi lebih cepat tanpa harus mengelola cabang sendiri secara langsung.
6. Kemitraan yang Menguntungkan Dua Pihak
Strategi bisnis kuliner model ini tidak hanya menguntungkan pusat, tetapi juga memberikan peluang pengusaha lokal untuk berbisnis dengan sistem yang sudah terbukti sukses. Mitra mendapatkan dukungan penuh, bukan sekadar beli nama merek.
Pelajaran Bisnis dari Ayam Keprabon untuk UMKM Lain
1. Gagal Bukan Akhir, Tapi Awal dari Pembelajaran
Pendiri Ayam Keprabon sempat mengalami puluhan kegagalan usaha sebelum menemukan formula yang tepat di bisnis ayam geprek. Setiap kegagalan dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran, bukan alasan untuk menyerah.
2. Fokus pada Satu Produk, Tapi Terus Inovatif
Keprabon tidak mengejar banyak menu, melainkan fokus pada ayam geprek sebagai produk utama. Meski begitu, mereka tetap kreatif, menciptakan varian baru seperti sushi geprek yang sempat viral.
3. Bangun Sistem Sebelum Ekspansi
Sebelum membuka banyak cabang, Keprabon membangun SOP, central kitchen, sistem distribusi, dan pelatihan SDM yang matang.Ini memastikan konsistensi rasa dan kualitas, sekaligus kesiapan operasional skala besar.
4. Manfaatkan Teknologi dan Kolaborasi Digital
Mereka aktif menggunakan platform digital seperti ShopeePay, GoFood, dan GrabFood untuk memperluas jangkauan pasar.Berpartisipasi dalam promo digital seperti 12.12 dan 6.6 untuk mendongkrak penjualan secara instan.
5. Jadikan Karyawan sebagai Aset
Karyawan dianggap sebagai bagian dari keluarga. Ada budaya apresiasi, perayaan, dan kebersamaan. Hasilnya: loyalitas tinggi, turnover rendah, dan tim yang solid.
6. Model Kemitraan yang Siap Pakai dan Terjangkau
Franchise ayam keprabon kemitraan dibuat “ready to business”, sehingga mitra bisa langsung menjalankan usaha tanpa pengalaman besar. Ini bisa dicontoh UMKM yang ingin berkembang: buat sistem yang bisa diduplikasi oleh orang lain.
7. Jangan Terburu-Buru, Tapi Konsisten
Prinsip Keprabon: “Alon-alon asal kelakon” (pelan tapi pasti). Mereka tidak tergoda ekspansi cepat, tapi memastikan setiap langkah dibarengi kesiapan dan kualitas.
Ingin Bisnis Anda Legal dan Bebas Kendala?
Jangan biarkan urusan legalitas menghambat pertumbuhan bisnis Anda! Dengan Legalyn, pengurusan izin usaha menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Kami siap membantu Anda dalam:
Pastikan Bisnis Anda Berjalan dengan Legalitas yang Tepat!








