Merujuk pada UU No 25 Tahun 2007, Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan kegiatan penanaman modal oleh investor asing untuk tujuan usaha di wilayah Indonesia. Kegiatan bisnis tersebut dapat menggunakan modal asing secara penuh, ataupun bermitra dengan investor lokal. 

Agar kegiatan usaha tersebut sukses, pastikan Anda tahu strategi pendirian PMA yang sukses di Indonesia berikut ini. Yuk, disimak!

Analisis Risiko

Strategi Pendirian PMA

Mengutip dari laman Badan Standardisasi Nasional, Pemerintah Indonesia telah beralih dari yang awalnya pendekatan izin berbasis lisensi ke izin berbasis risiko. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi kemudahan melakukan kegiatan usaha. Dalam hal ini, Undang-Undang Cipta Kerja 2020 menjadi landasan untuk reformasi tersebut. 

Maka artinya, kini segala perizinan dan pengawasan bergantung pada risiko kegiatan usaha itu sendiri. Oleh karena itu, pastikan untuk mencermati aspek berikut agar pendirian perusahaan PMA Anda sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Regulasi Pendirian PMA di Indonesia

Strategi Pendirian PMA

Selain memahami strategi pendirian PMA yang didasarkan analisis risiko yang tepat, pastikan pula perusahaan Anda sudah memenuhi prosedur dan persyaratan hukum yang berlaku. Jika merujuk ke situs resmi Badan Koordinasi Penanaman Modal, izin pendaftaran pendirian PMA dapat diurus lewat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Penanaman Modal di BKPM. 

Prosedur tersebut dilakukan guna memastikan bahwa bidang usaha yang akan dijalankan tidak termasuk dalam daftar negatif investasi. Pendaftaran perusahaan PMA juga bisa dilakukan sebelum atau sesudah Akte Notaris dan Pengesahan Badan Hukum Perusahaan diperoleh dari Departemen Hukum dan HAM. 

Potensi Pasar 

Strategi Pendirian PMA

Dalam strategi pendirian PMA yang sukses, investor asing juga perlu memahami potensi pasar mana yang menawarkan keuntungan besar di Indonesia. Menyoroti hal tersebut, seperti dilansir dari laman Kominfo, terdapat empat sektor potensial untuk berinvestasi di Indonesia, yakni bidang industri pariwisata, manufaktur, infrastruktur, dan perikanan. 

Untuk investasi di sektor manufaktur, misalnya, terdapat potensi yang besar pada ekspor otomotif, tekstil, dan alas kaki. Sementara itu, untuk sektor pariwisata, target pemerintah lebih fokus pada pengembangan destinasi prioritas dan branding pariwisata. 

Untuk Anda yang tertarik pada investasi di sektor perikanan, potensinya lebih terbuka di kawasan Timur—yang difokuskan pada budi daya dan industri pengolahan. Selanjutnya, untuk investasi infrastruktur, sektor ini masih difokuskan pada proyek strategis nasional.

Demikian beberapa aspek yang perlu investor asing pertimbangkan saat menyusun strategi pendirian PMA yang sukses di Indonesia. Namun, bila ingin pengurusan legalitas perusahaan PMA Anda jadi lebih mudah dan pastinya aman sesuai regulasi yang berlaku, sebaiknya gunakan layanan yang sudah terbukti kredibel seperti Legalyn Indonesia. Layanan jasa pengurusan izin pendirian perusahaan PMA dari Legalyn Indonesia juga sudah terdaftar resmi di Kemenkumham RI.

Hubungi Whatsapp Kami