Tren olahraga padel di Indonesia terus meningkat, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya. Banyak pengusaha mulai melirik bisnis padel menguntungkan karena potensi yang menjanjikan. Namun, muncul satu pertanyaan penting: apakah membuka padel court selama 24 jam bisa meningkatkan profit, atau justru menambah beban operasional?
Dalam artikel ini, kita akan membahas simulasi keuntungan padel dan efisiensi operasional jika padel court beroperasi nonstop. Mulai dari potensi peningkatan penyewaan malam hari, analisis biaya tambahan (listrik, staf, maintenance), hingga strategi agar operasional lapangan padel 24 jam tetap efisien dan menguntungkan.
Apakah kamu ingin versi intro ini dibuat lebih formal seperti laporan bisnis, atau lebih ringan seperti artikel blog edukatif untuk pembaca umum (target UMKM & calon investor olahraga)?
Baca juga: Ide Usaha UMKM Lebih Cocok Bersama Pasangan di Tahun 2025
Tren Baru Lapangan Padel 24 Jam, Strategi atau Gimmick?
Konsep lapangan padel beroperasi 24 jam mulai mencuri perhatian di berbagai kota besar. Banyak pengelola melihat peluang besar dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini, terutama di kalangan profesional muda dan komunitas ekspatriat. Namun, apakah strategi buka 24 jam benar-benar efektif untuk meningkatkan profit, atau hanya sekedar gimmick pemasaran?
Lonjakan Minat Bermain Padel di Malam Hari
Padel kini bukan hanya olahraga akhir pekan, tapi juga gaya hidup baru setelah jam kerja. Banyak pemain profesional dan pekerja kantoran memilih waktu bermain antara pukul 18.00 hingga 23.00, menjadikannya periode prime time dengan tingkat okupansi tertinggi. Tren ini menunjukkan bahwa jam malam menjadi potensi utama pendapatan, terutama di kawasan bisnis dan perumahan elit.
Baca juga: Urus Legalitas Usaha Tanpa Overbudget? Bisa Banget!
Konsep 24 Jam sebagai Daya Tarik Bisnis Modern
Melihat peluang tersebut, sejumlah pengelola mulai menerapkan sistem operasional 24 jam, meniru kesuksesan model serupa pada bisnis gym dan futsal center. Dengan sistem ini, lapangan bisa tetap aktif di jam-jam sepi dan meningkatkan okupansi waktu non-prime, seperti dini hari atau pagi buta. Selain menjadi nilai jual unik, konsep ini juga menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga, melainkan lifestyle yang fleksibel dan bisa dinikmati kapan saja.
Baca juga: Cara Bikin Event Padel Seru yang Tarik Pemain & Sponsor
Simulasi Keuntungan Operasional 24 Jam
Sebelum memutuskan untuk membuka lapangan padel selama 24 jam penuh, penting untuk melakukan simulasi keuntungan dan analisis biaya operasional secara menyeluruh. Dengan perhitungan yang tepat, mengelola bisa memahami apakah strategi ini benar-benar meningkatkan profit atau justru membebani cashflow.
Asumsi Dasar Perhitungan
Sebagai dasar simulasi, kita gunakan contoh 1 lapangan padel standar dengan luas sekitar 200–250 m². Biaya sewa lahan dan perawatan fasilitas berkisar antara Rp15–25 juta per bulan, tergantung lokasi dan kualitas material.
Tarif sewa rata-rata di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp350.000–Rp500.000 per jam, dengan jam operasional normal 08.00–23.00.
Komponen biaya lain seperti listrik, tenaga kerja, dan maintenance juga menjadi faktor penting untuk menentukan efisiensi operasional, terutama bila ingin memperpanjang jam buka.
Potensi Pendapatan Tambahan
Dengan sistem 24 jam, lapangan berpotensi menambah penyewaan di jam non-prime (00.00–06.00). Misalnya, jika dalam rentang waktu ini ada okupansi tambahan 20–30% dari total kapasitas harian, omzet bulanan bisa meningkat hingga 15–25%.
Pada tingkat okupansi rata-rata 70–80% sepanjang hari, satu lapangan padel bisa menghasilkan Rp 120–180 juta per bulan, tergantung lokasi dan harga sewa. Angka ini tentu bisa lebih tinggi bila ditunjang fasilitas premium seperti kafe, ruang tunggu, atau membership system.
Biaya Tambahan yang Harus Diperhitungkan
Namun, potensi tambahan pendapatan juga diiringi dengan kenaikan biaya operasional. Penerangan malam hari akan meningkatkan tagihan listrik secara signifikan. Diperlukan pula sistem keamanan ekstra, seperti CCTV dengan monitoring 24 jam, petugas keamanan, serta sistem akses digital.
Selain itu, pengelola harus mengatur rotasi staf agar operasional tetap lancar tanpa menimbulkan kelelahan kerja. Manajemen sumber daya manusia yang baik menjadi kunci agar bisnis tetap efisien dan berkelanjutan.
Baca juga: Mau Investasi Lapangan Padel? Cek Dulu Prospek dan Biayanya!
Analisis Kelayakan Untung atau Malah Boros?
Menjalankan padel court dengan sistem operasional 24 jam memang terdengar menarik, tapi tidak selalu menjamin keuntungan yang signifikan. Untuk menilai kelayakannya, penting dilakukan analisis menyeluruh terhadap biaya tambahan, potensi pemasukan, dan waktu balik modal usaha lapangan padel (BEP).
Skema Break Even Point (BEP)
Secara sederhana, titik impas (BEP) menunjukkan kapan investasi padel Indonesia tambahan seperti peningkatan fasilitas penerangan, penambahan staf malam, dan sistem keamanan mulai tertutup oleh pendapatan ekstra dari jam operasional tambahan.
Jika biaya tambahan mencapai sekitar Rp 10–15 juta per bulan, sementara pendapatan tambahan dari jam 00.00–06.00 menghasilkan Rp12–20 juta per bulan, maka BEP dapat dicapai dalam waktu 6–12 bulan tergantung stabilitas okupansi dan efisiensi biaya listrik.
Dengan strategi promosi yang tepat (seperti paket malam, membership khusus night players, atau kerja sama komunitas ekspatriat), operasional 24 jam bisa menjadi sumber profit baru yang berkelanjutan.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi
Keberhasilan strategi ini juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Lokasi padel court menjadi elemen utama lapangan yang berada di area perumahan elite, kompleks bisnis, atau dekat kampus cenderung memiliki aktivitas malam yang tinggi. Sebaliknya, area dengan pembatasan jam malam atau lingkungan kurang ramai bisa membuat jam operasional tambahan justru tidak efisien dan boros energi. Selain itu, faktor cuaca juga perlu dipertimbangkan. Musim hujan, suhu malam yang lebih rendah, serta kondisi penerangan sekitar akan berpengaruh terhadap minat pemain dan biaya pemeliharaan fasilitas.
baca juga: Kenapa Padel Court Lebih Untung Dibanding Lapangan Tenis?
Strategi Agar Operasional 24 Jam Tetap Efisien
Membuka padel court selama 24 jam memang bisa membuka peluang usaha padel court lebih besar, namun tanpa strategi yang tepat, biaya tambahan bisa dengan cepat menggerus margin. Karena itu, dibutuhkan pendekatan kreatif agar operasional tetap efisien sekaligus menarik minat pemain di luar jam sibuk.
Kolaborasi & Paket Malam
Salah satu strategi efektif adalah mengembangkan promosi dan kolaborasi bertema malam hari. Misalnya, dengan mengadakan program “Midnight Challenge” atau “Late Night Member”, di mana pemain yang bermain di atas pukul 23.00 mendapat harga khusus, hadiah mingguan, atau poin loyalitas. Konsep ini tidak hanya menambah traffic di jam non-prime, tapi juga menciptakan komunitas pemain malam yang loyal dan aktif.
Selain itu, pengelola dapat bekerja sama dengan kafe, brand minuman energi, atau gym di sekitar lokasi untuk menciptakan suasana sport & lifestyle yang hidup hingga dini hari. Kolaborasi semacam ini memperkuat positioning padel court sebagai pusat aktivitas malam yang positif dan modern, sekaligus menekan biaya promosi karena dilakukan secara sinergis dengan mitra bisnis lokal.
Layak atau Tidak Dijalankan?
Setelah melihat simulasi keuntungan dan beban operasional, keputusan membuka padel court 24 jam harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi lokasi dan segmentasi pasar. Konsep ini memang menarik, tapi tidak semua tempat akan memberikan hasil yang optimal.
Rekomendasi untuk Investor Pemula
Bagi investor yang baru masuk ke bisnis olahraga padel, sistem 24 jam cocok diterapkan di area dengan traffic tinggi, seperti kawasan bisnis, komplek ekspatriat, atau daerah wisata yang memiliki aktivitas hingga larut malam. Namun, untuk lokasi yang berada di perumahan padat penduduk atau wilayah dengan aturan jam malam ketat, operasional nonstop justru berpotensi menimbulkan keluhan warga dan membebani biaya operasional tanpa peningkatan okupansi yang signifikan.
Investor pemula sebaiknya memulai dari jam operasional reguler dulu, sambil mengukur pola pergantian pemain pada jam malam.
Alternatif Model Bisnis
Jika operasional penuh terasa terlalu berisiko, opsi semi-24 jam bisa menjadi jalan tengah. Misalnya, lapangan dibuka hingga pukul 02.00 dini hari dengan sistem slot premium malam yang memiliki tarif sedikit lebih tinggi.
Untuk menambah daya tarik dan memperpanjang durasi kunjungan, pengelola dapat menambahkan fasilitas pendukung seperti coffee corner, mini gym, atau area lounge ringan. Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan pengalaman pemain, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan tambahan di luar penyewaan lapangan.
Operasional 24 jam bisa menjadi strategi menarik untuk meningkatkan pendapatan padel court terutama di lokasi dengan aktivitas malam yang tinggi dan komunitas pemain yang solid. Namun, tanpa perencanaan biaya dan manajemen lapangan olahraga yang matang, strategi ini bisa berubah menjadi beban.
Kuncinya ada pada analisis keuntungan padel, lokasi, efisiensi operasional, serta inovasi promosi malam hari agar bisnis tetap cuan dan berkelanjutan.
Mulai Legalitas Usaha Padel Court Kamu Sekarang
Mulai legalitas padel court kamu hari ini, biar nggak cuma ramai, tapi juga sah dan menguntungkan. Dengan dukungan Legalyn, kamu bisa urus pendirian PT, NIB, dan izin usaha olahraga dengan mudah, cepat, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Bangun bisnis padel kamu dengan fondasi legal yang kuat karena legalitas yang rapi, bikin investasi makin pasti.








