Dalam proses pendirian yayasan, terdapat proses dan alur yang cukup panjang. Bagi kebanyakan orang, alur ini mungkin terlalu rumit. Sayangnya, setiap proses perlu dilakukan supaya yayasan bisa mengantongi izin resmi dan memiliki payung hukum kuat di mata negara. Jika tidak, yayasan tidak bisa beroperasi sesuai dengan tujuannya.

Secara umum, ada 4 jenis yayasan yang diakui di negara ini berdasarkan kegiatannya, yaitu:

  • Yayasan pendidikan
  • Yayasan sosial
  • Yayasan keagamaan
  • Yayasan kesehatan

Sesuai namanya, setiap yayasan punya tujuan dan kegiatan berbeda. Keberadaan yayasan di suatu negara juga diperlukan agar masyarakat punya wadah untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperoleh hak mereka (pendidikan dan kesehatan). Hal ini karena, yayasan merupakan organisasi yang tidak berorientasi pada laba.

Berbeda dengan PT atau CV, sumber pendanaan utama yayasan tidak bergantung pada produk. Biasanya, yayasan memperoleh dana mereka dari donatur, atau hasil amal usaha (sekolah, klinik, minimarket). Inilah mengapa dalam proses pendirian suatu yayasan, terdapat beberapa alur yang wajib dilakukan.

Alur Pendirian Yayasan

Berdasarkan UU No 16 Tahun 2001 tentang yayasan dan perubahannya, ada beberapa tahap yang perlu dilalui sebelum sebuah yayasan resmi mengantongi izin dan diakui oleh negara. Tahapan tersebut merupakan bagian dari proses pendirian yayasan. Adapun tahap pendirian yayasan adalah:

  • Tahap Pendirian Yayasan

Tahapan ini dapat dilakukan baik oleh individu ataupun organisasi. Pada tahapan ini, ada kegiatan pembentukan organisasi yayasan yang terdiri dari pembina, pengawas, dan pengurus yayasan. Selanjutnya, ada pula proses pemisahan kekayaan yayasan yang akan disebut sebagai kekayaan awal yayasan. 

Biasanya, sebuah yayasan setidaknya memiliki dana sekitar Rp10.000.000 untuk kekayaan awal mereka. Pada tahapan ini, pendirian juga wajib dilakukan di depan notaris kecuali pengurus merupakan warga asing. Aturan pendirian oleh WNA jelas berbeda, dengan proses yang beda pula.

  • Tahap Pengesahan Yayasan

Tahapan ini merupakan tahap kedua. Pada tahap pengesahan, akta pendirian yayasan yang diperoleh pada tahap pertama wajib disahkan dengan cara pengajuan oleh notaris ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Pengesahan diperlukan karena sebuah yayasan wajib memiliki payung hukum dan mendapat perlindungan dari negara.

  • Tahap Pengumuman

Terakhir, adalah tahap pengumuman. Setelah mengantongi izin dan memiliki payung hukum yang diakui negara, keberadaan sebuah yayasan perlu diumumkan ke publik. Hal ini untuk mencegah munculnya yayasan bodong dengan nama sama yang mengaku-aku dan menimbulkan kerugian. 

Setelah diumumkan, setiap orang bisa mengakses pengumuman tersebut untuk memastikan apakah benar yayasan yang mereka cari informasinya sudah memiliki izin dan diakui negara. Mengingat salah satu sumber dana yayasan berasal dari donatur, tahap pengumuman cukup penting dan wajib dilalui.

Itulah ulasan tentang proses pendirian yayasan. Sebagai referensi, kita bisa menggunakan jasa Legalyn untuk membantu mendirikan yayasan. Legalyn memiliki banyak konsultan andal yang dapat membantu apabila di tengah jalan kita mengalami kesulitan. Untuk info lebih lengkap silakan kunjungi situs resmi Legalyn.